Showing posts with label gadged article. Show all posts
Showing posts with label gadged article. Show all posts

Friday, April 16, 2010

Indosat Luncurkan HP tidak Perlu di Cas


Meski HP bertenaga surya yang bakal dipopulerkan dengan sebutan Life Forever ini sudah pernah dipamerkan Indosat pada Indonesia Cellular Show tahun lalu. Tapi baru akan dirilis dalam waktu dekat ini. Mungkin karena dikhawatirkan musim hujan yang terus molor akan mengurangi intensitas cahaya sinar matahari. Sehingga fungsi panel solar HP ini tidak bisa optimal, yang tentu saja bisa berdampak pada citra HP yang diklaim bisa hidup selamanya tanpa perlu dicas, asal dari pagi hingga sore sering digunakan di luar ruangan.

HP yang menyerap sinar matahari sebagai sumber utama energinya ini cocok dipakai di wilayah tropis yang belum terjangkau jaringan listrik PLN.

Secara standar untuk mengisi batere sampai penuh, Life Forever memerlukan waktu 2 jam. Indikator energinya ditampilkan dalam bentuk empat bar. Setiap pengisian satu bar diperlukan waktu setengah jam.

Meski demikian, agar bisa tetap digunakan Life Forever tidak perlu “dijemur” sampai dua jam di bawah terik matahari. Asal sering di pakai di luar, hanya dengan kemiringan 60 derajat HP hemat energi ini masih mampu mengumpulkan energi dari sinar matahari.

Diperkirakan untuk pasar di wilayah yang belum banyak terdapat jaringan listrik dari PLN, HP yang dipatok dengan harga per unit di bawah Rp. 500 ribu masih akan mendapat respon positif. Kecuali jika di saat yang sama dipasarkan pula charger bertenaga surya yang bisa digunakan untuk pengisian daya berbagai merk ponsel. Karena dengan charger ini konsumen yang berada di wilayah miskin jaringan listrik bisa bebas memilih beragam versi HP yang disukai.

Life Forever bisa memperluas target pasarnya di kalangan masyarakat perkotaan jika dipromosikan dengan membonceng isu hemat energi. Apalagi di saat peluncurannya sedang ramai diperbincangkan rencana PLN untuk menaikkan tarif daftar listrik.

Nyalakan Korek Api di Ponsel


Anda suka bersantai di diskotik, pub atau tempat-tempat sejenis yang menjual suasana remang-remang bahkan cenderung gelap ? Cara yang paling umum dipakai untuk memanggil waiters adalah dengan menyalakan korek api. Begitu pula dalam pagelaran konser di hall yang tertutup, penonton biasa mengapresiasi dengan cara menyalakan korek api, kemudian mengayun-ayunkannya di atas kepala.

Kini untuk melakukan hal seperti itu tidak diperlukan korek api, apalagi Anda bukan perokok. BIC, sebuah produsen alat-alat tulis dan korek api terkenal di AS mengaplikasikan nyala korek apinya itu di atas layar ponsel. Meskipun tidak harus menjual produk korek apinya, BIC baru saja menjual cahaya apinya saja melalui ponsel Apple iPhone, Apple iPod touch, Google Android (TM) perangkat, dan BlackBerry Storm (TM).

Kini untuk memanggil waiters di keremangan diskotik, Anda hanya perlu mengangkat ponsel. Di layarnya akan muncul nyala api yang bergoyang-goyang seperti tertiup angin, persis korek api. (bicwordusa)

(review : http://hp-indo.blogspot.com)

HP Pintar bisa mengartikan Monyong Kita


Reaksi para pengguna ponsel di Jerman ketika menerima panggilan telepon di saat sedang bercakap-cakap atau berada dalam kerumunan orang, ternyata tak berbeda dengan pengguna ponsel di Indonesia .Yaitu menjauhkan diri dulu, agar percakapannya dengan lawan bicara tidak terdengar, selain itu juga untuk menghindari agar pembicaraan melalui ponselnya tidak mengganggu mereka.

Mungkin karena itulah, maka Profesor Tanja Shultz dari Karlsruhe Institute of Technology terdorong untuk mengembangkan ponsel yang mampu membaca gerakan bibir. Nantinya dengan menggunakan ponsel ini Anda tidak perlu bicara berteriak-teriak saat menelepon. Atau harus menjauhkan diri dulu agar di ujung sana penerimaan suara Anda tetap terdengar dengan jelas. Anda juga tidak perlu khawatir orang-orang di sekitar Anda mendengar apa yang Anda bicarakan ketika menerima telepon.

Ponsel pintar jenis baru ini nampaknya dalam waktu dekat akan bisa diproduksi massal. Soalnya, menurut Harian Telegraph terbitan tanggal 9 Maret 2010, tim Profesor Tanja sudah berani mengikutsertakan ponsel tersebut dalam pameran CeBIT, yaitu pameran teknologi yang diadakan di Jerman setiap tahun dan untuk tahun ini baru saja diselenggarakan di Berlin.